Perkuat Tata Kelola Lembaga Pendidikan, IAI Jawa Timur Gelar PPL Implementasi ISAK 335

Kategori Berita : Seputar IAI Jatim tayang pada Mei 20, 2026

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal transparansi pelaporan keuangan di sektor nonlaba. Kali ini, IAI Jatim sukses menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) bertajuk  Implementasi ISAK 335 pada Yayasan Pendidikan Dasar, Menengah, dan Perguruan Tinggi yang digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Selasa (19/05/2026).

Kegiatan edukatif ini menghadirkan pakar sekaligus praktisi senior, Dr. Riesanti Edie Wijaya, S.E., M.Si., Ak., CA., yang merupakan Pengurus Bidang Kajian Standar Akuntansi IAI Wilayah Jawa Timur sekaligus Direktur PPAk FBE Universitas Surabaya, sebagai narasumber utama.

Acara resmi dibuka dengan sambutan dari Sekretaris IAI Wilayah Jawa Timur, Fidelis Arastyo Andono, Ph.D., Ak., CA. Dalam sambutannya, Fidelis menggarisbawahi bahwa pemahaman mengenai implementasi standar akuntansi terbaru menjadi fondasi yang sangat krusial bagi ekosistem pendidikan saat ini.

"Pemahaman terhadap implementasi ISAK 335 bagi yayasan pendidikan sangat penting guna memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola keuangan lembaga pendidikan di tengah perkembangan standar akuntansi yang terus dinamis," ujar Fidelis di hadapan para peserta.

Memasuki sesi inti, Dr. Riesanti Edie Wijaya membedah secara komprehensif mengenai kerangka regulasi serta posisi posisi ISAK 335 dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Ia memaparkan ruang lingkup penerapan standar tersebut secara mendalam, mulai dari tingkat yayasan pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi.

Tidak hanya mengupas teori, jalannya PPL juga berfokus pada dinamika riil lapangan. Peserta diajak mendalami karakteristik transaksi dan model pendanaan yang kerap ditemui pada institusi pendidikan, seperti pengelolaan SPP/UKT, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hibah riset, dana abadi (endowment fund), hingga aspek donasi dan kerja sama institusi.

Lebih lanjut, pembahasan bergulir pada hal teknis akuntansi yang meliputi klasifikasi aset neto, pengakuan dan pengukuran pendapatan, hingga perlakuan akuntansi atas beban pendidikan. Bagian krusial seperti format penyajian laporan keuangan dan strategi pengungkapan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) yang sesuai dengan amanat ISAK 335 juga dipaparkan secara mendetail. Guna memberikan pemahaman yang aplikatif, para peserta turut dibekali dengan bedah studi kasus terintegrasi.

Melalui penyelenggaraan PPL ini, IAI Wilayah Jawa Timur berharap para pengelola yayasan pendidikan, akademisi, serta praktisi akuntansi yang hadir dapat langsung meningkatkan kapasitas pemahaman serta kesiapan teknis mereka. Langkah ini diharapkan mampu menjadi pendorong utama terciptanya tata kelola keuangan lembaga pendidikan di Jawa Timur yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan untuk masa depan.


Bagikan artikel ini :